Skip to main content

Obrolan bersama anak anak MANASA #Part 1


Obrolan bersama Subkhan
Subkhan :Mas, saya mau bertanya
Alfin       :Oke, apa khan?
Subkhan  :Jadi begini mas, nah kita kan di sini suruh baca buku, terus saya pernah ngaji katanya kalau belajar tidak dengan guru itu nanti kita diajari setan. Nah jadi kalau kita membaca tanpa ada gurunya sama saja kita belajar dengan setan dong mas.
Obrolan dengan Mufid
Alfin    : Fid, siapa yang paling cantik di MANASA ini fid?
Mufid  :Yang paling cantik ya yang cewek itu mas
Alfin    :Terus kamu suka gak?
Mufid  :Kalau suka mah iya, tapi tidak mungkin “Abot Sanggane mas”
Alfin    : ha ha ha ha
Obrolan dengan Oman
Alfin    :Man kira kira sungai ini ada ikannya gak man?
Oman  : (Langsung menyentuh bagian dasar batu dan mengusap usap). Wah ada ini mas.
4 Jam memancing hanya mendapat 4 ekor ikan endong peranakan.
 Obrolan dengan anak anak kelas 10 MANASA
Alfin    :Anak anak untuk membuat miniaturnya nanti dulu. Untuk yang cowok habis ini ke takziahan dulu.
Sofa     :Yes yes
Alfin    : “Kog pada seneng ya disuruh takziah”, pikirku.
Sofa     :Kerja kerja, lowongan pekerjaan (sambil berteriak dan mengajak yang lain)
Alfin    :Owalah. Ha ha ha.
Obrolan dengan Doyok
Alfin    :teman teman, sebutkan cita cita masing masing dari kalian ya/
Rizal    :Guru
Sara     :Polisi
Doyok :Security
Obrolan dengan Mufid
Alfin    :Fid, kog sarung mu bagus
Mufid  :Iya, mas ini bagus sarungnya
Alfin    :”Kog kayaknya aku pernah melihat sarung tersebut”, pikirku. Pinjam atau gimana fid?
Mufid  :Oh, tidak mas, aku di kasih sama Mas Maarif.
Alfin    :Ealah, Maarif itu pinjam sarung ku Mufidddd.
Mufid  :Kaburrrrrr.

Magelang, 24/12/2019

Comments

Popular posts from this blog

Bersama Rojab

Kipas angin membantu aku berpikir. Malam yang semakin sunyi membisikan kata "tidurlah, sudah malam alfin". Gangguan dari makhluk tak berkasat mata juga perlahan lahan mulai kasar. Menderu, bersuara pelan sambil menertawakan.  Malam ini tidak ada pensil dan kertas, hanya satu laptop, buavita, Hp Xiomy, korek, gudang garam dan suara orang yang sedang berdiskusi. Makhluk tuhan yang bernafas sudah banyak yang tertidur, lelah terkena teriknya matahari siang. Tidak ada suara apapun dari mereka, hanya orokan yang sesekali bersuara mengagetkan. Malam ini aku kembali merenungi, bahwa aku telah jauh dari diriku sendiri. Aku menjauh dari apa yang seharusnya aku dekat. Semua berjalan begitu dekat hingga aku lupa pada hari hari yang telah dimuliakan oleh baginda rosul.  Mulai dari hari ini aku tersadar dan besok pudar kembali. Sudah menjadi satu hal yang biasa terjadi. Melupakan janji diri sendiri yang selalu terucap di kamar mandi sudah biasa juga aku lakukan. Aku menjadi sak...

gundah

Gundah mendengar adzanmu Pikir tumpul terhenti Tak menghayati dengungan Panggilan suci tuhan Hambar rasa hidup Gerak tasbih meredup Walau ucapan terus menggelutup Semua hanya mengetuk lalu tertutup Susah kalau sudah lupa Hanya menatap langit lalu membisu Tak ada pikir apalagi emosi Ya allah, mau jadi apa aku ini Depok, 10-02-2019

Memulai

  Malam hari ini aku tersiksa dengan kebiasaan yang melingkupi. Ada kejenuhan yang perlahan mulai menggerogoti naluri untuk berkreasi. Banyak hal yang saya lakukan tapi juga   banyak yang harus saya tinggalkan. Menjadi seimbang memang gampang ketika diucapkan. Sudah sekian lama aku tidka bergelut dengan bacaan dan tulisan. Rasanya hampa tak bertepi seperti senandung lagu lagu kerena jaman sekarang. Rasanya tak berasa lagi bahwa aku pernah menjadi pelajar yang selalu bejar. Masa lalu memang indah untuk dikenang tapi masa lalu kemarin cepat sekali menjadi pengingat untuk saat ini. Aku bingung. Mulailah…..Mulailah dari kebingungan yang melanda. Bercerminlah.