Skip to main content

Tapak batas



apa yang akan kupertanyakan?
jika hantaman pernyataan terus menghujamku
apa yang harus ku perbuat?
jika kenyataan terus meninggalkanku
aku...
ditapak batas ini
berteriak tanpa suara, menangis tanpa air mata
mencari celah dimana aku bisa bersembunyi
di tapak batas ini
kehampaan melanda
hidup dan diriku bagaikan sahabat karib bersapa
menanyakan " hai, mau pergi kemana?"
aku hanya tersenyum
dan hidup terus berjalan
ah...
ditapak batas ini
dapatkah ku hanya memejamkan mata?

Hai kau.....
Wanita yang kuat.
Pejamkanlah mata sesuka dirimu.
Tak ada yang menghalangi kecuali jiwa dan pikiranmu.
Hapus memori yang memberatkan
Buka mata dan terus jalani dalam batasmu

Jangan  pernah merasa sendiri
Ada senyum tawa ku yang akan mengisi
Di hari yang kau nikmati
Dalam tapak batas yang itu semua hanya ilusi.


Depok, 01 April 2017
#gabut






Comments

Popular posts from this blog

Bersama Rojab

Kipas angin membantu aku berpikir. Malam yang semakin sunyi membisikan kata "tidurlah, sudah malam alfin". Gangguan dari makhluk tak berkasat mata juga perlahan lahan mulai kasar. Menderu, bersuara pelan sambil menertawakan.  Malam ini tidak ada pensil dan kertas, hanya satu laptop, buavita, Hp Xiomy, korek, gudang garam dan suara orang yang sedang berdiskusi. Makhluk tuhan yang bernafas sudah banyak yang tertidur, lelah terkena teriknya matahari siang. Tidak ada suara apapun dari mereka, hanya orokan yang sesekali bersuara mengagetkan. Malam ini aku kembali merenungi, bahwa aku telah jauh dari diriku sendiri. Aku menjauh dari apa yang seharusnya aku dekat. Semua berjalan begitu dekat hingga aku lupa pada hari hari yang telah dimuliakan oleh baginda rosul.  Mulai dari hari ini aku tersadar dan besok pudar kembali. Sudah menjadi satu hal yang biasa terjadi. Melupakan janji diri sendiri yang selalu terucap di kamar mandi sudah biasa juga aku lakukan. Aku menjadi sak...

gundah

Gundah mendengar adzanmu Pikir tumpul terhenti Tak menghayati dengungan Panggilan suci tuhan Hambar rasa hidup Gerak tasbih meredup Walau ucapan terus menggelutup Semua hanya mengetuk lalu tertutup Susah kalau sudah lupa Hanya menatap langit lalu membisu Tak ada pikir apalagi emosi Ya allah, mau jadi apa aku ini Depok, 10-02-2019

Memulai

  Malam hari ini aku tersiksa dengan kebiasaan yang melingkupi. Ada kejenuhan yang perlahan mulai menggerogoti naluri untuk berkreasi. Banyak hal yang saya lakukan tapi juga   banyak yang harus saya tinggalkan. Menjadi seimbang memang gampang ketika diucapkan. Sudah sekian lama aku tidka bergelut dengan bacaan dan tulisan. Rasanya hampa tak bertepi seperti senandung lagu lagu kerena jaman sekarang. Rasanya tak berasa lagi bahwa aku pernah menjadi pelajar yang selalu bejar. Masa lalu memang indah untuk dikenang tapi masa lalu kemarin cepat sekali menjadi pengingat untuk saat ini. Aku bingung. Mulailah…..Mulailah dari kebingungan yang melanda. Bercerminlah.