Skip to main content

Kau yang Selalu Aku Lihat

Aku tidak tahu bagaimana perasaan ku saat ini. Kabur tak melihat apa yang seharusnya menjadi kenikmatan. Semua begitu enak berjalan seperti biasanya. Aku mulai terbiasa dengan suasana seperti ini. Ada tawaran untuk mengisi pun masih saja aku pertimbangkan matang matang. Bukan aku menolak tapi aku menjaga kesucianmu. Bukan maksud aku najis atau gimana melainkan tidak sepantasnya kau berada di dekat ku. Saat ini mungkin aku hanya akan menjadi bebanmu saja. Berat dan memberatkan setiap jengkal pikiran yang berjalan. Sudah sepantasnya kau berada di zona orang-orang yang mapan akan pikiran. Jangan mendekat dulu sebelum kau memang benar benar siap. Ya walaupun aku merasa ada penyesalan yang berlebih atas apa yang sebenarnya terjadi. 

Hari-hari aku cumbui, ku lipat ke kanan dan ke kiri. Masih belum ada juga kabar tentang kau. Kau yang hampir selalu aku rindukan sapaan hai pertamamu hingga kau mengucapkan good bay di akhir bicara. Memang semua itu hanya ilusi belaka, itulah gambaran yang memang aku inginkan.
Memang untuk saat ini semua itu hanya angan biasa. Hanya noktah hitam yang menempel pada kelopak mata yang tidak bisa aku sentuh. Terkadang sedikit banyak  kau memberikan pekerjaan rumah tentang senyum ku yang semakin aneh ketika melihat mu. Dari wajahmu  terkadang aku melihat bayangan cerah tak berupa. Aku bisa melihat dengan mata batin tapi tak mampu aku memegang. Aku juga bisa menerawang sifat tapi tak mampu aku buktikan. Hingga aku benar benar mampu melihat manisnya senyummu tapi tak mampu aku balas. 


Comments

Popular posts from this blog

Prural

             Dalam ramainya suara manasia yang bertukar kata. Tidak pernah terpikir dalam benak mereka akan datang suatu hari istimewa dalam diri mereka. Lampu dengan sinarnya menembus retina mata yang menjadikan mata ini berhias frame mata. Tidak dapat lepas hilir mudik para pemimpi kebijakan untuk menulis dan menceritakan ide masa depan. Para kaum intelektual berkumpul beradu ketepatan untuk dehumanisasi kasat mata.              Inilah kehidupan diatas kematian orang lain, Inilah kebahagiaan di atas kesedihan orang lain, Inilah kecerdasan diatas kebodohan orang lain. Memang hidup sekarang ini kejam, siapa diam itukah yang di injak. Diam bukan lagi emas, diam bukan mutiara yang yang diagungkan. Namun banyak berucap dan cerewetlah dialah yang bertahan dalam seleksi demokasi yang tabu dan dibuat buat.             Proses menuju ke hakikian hidup semakin terkunci dengan pintu kantor yang terbuka padi dan sore. Hiasan surgawi di hiasi dengan warna warna hijau dan sekutunya. Sajadah m

Menghadang rindu

Ada sekelebat rindu yang menumpuk Dari pelapuk mata yang berlari Menahan rasa  Darimu pencipta asa Walaupun sekejap  Tak mampu ku tahan kadang Hingga meradang Bagaimana aku menghadang Rasa memang tak mudah Sampai saat ini aku percaya sungguh Pada lagu ciptaan meggy z Lebih baik sakit gigi daripada sakit hati Tapi semua begitu penuh misteri tak ada yang mengerti Jalan cerita seseorang Maka kuatkan aku dalam menerima segalanya

Untuk Mu yang Pernah Mencintaiku.

Detik jarum memukul mundur masa lalu yang pernah terjadi. Memukul semakin keras hingga aku perlahan lupa dari segala peristiwa yang telah ada. Daun yang dulu pernah menjadi saksi, hingga bunga yang ku petik kala itu, nampaknya sudah kering keronta atau bahkan mati. Suara angin, manisnya senja hingga bulan di waktu malam rasanya sudah terhapus dari catatan-catatan puisi yang telah aku buat. Cepat begitu rasanya peristiwa itu terjadi. Aku dan kamu yang selalu berucap “ Selamat Pagi”, kini sudah tak ada dering dari nada ponsel. Banyak macam barang, catatan-catatan entah di meja, di kursi atau di tembok sudah tak tampak sedikitpun. Memang begitu keras waktu menjawab segalanya. Ruang yang pernah kita buat pun hampa tak berbau. Hanya lalat-lalat kecil yang beterbangan mencari bangkai bangkai binatang. Apalagi orang tua mu dan orang tua ku. Semua berharap sama. Aku dan Kamu akan duduk berdampingan hingga aku mengucapkan Qobiltu. Orang tua mu dan orang tua ku berharap sama. Aku dan Kamu be