Skip to main content

Posts

Jangan kau sangka

Kadang aku mulai merasa Keramain membuat aku lupa Atas  segala ucap ayah dan bunda Saat  dulu pertama berpisah dalam rasa yang tak sama. Tak letih aku terus berpikir Bagaimana aku harus bersikap berucap Dengan kondisi dan ambisi yang tak sesuai Di tambah aku yang terus terbuai bersama dunia ku Oh kasihan sekali manusia ini Terombang ambing dalam lautan ketenagan orang lain Dalam dirinya mulai timbul rasa takut Dari angan angan yang terus menanyakan kelanjutan hidup Aku pun mulai terbisu Tangan tak mampu  bergerak apalagi sekedar memegang pena Mati mati…. Apa daya  diriku di lingkaran ini Terus memutar tak bisa keluar Semoga doa dan ibadah yang dijalani tak  membuat semua jadi makar.

Tapak batas

apa yang akan kupertanyakan? jika hantaman pernyataan terus menghujamku apa yang harus ku perbuat? jika kenyataan terus meninggalkanku aku... ditapak batas ini berteriak tanpa suara, menangis tanpa air mata mencari celah dimana aku bisa bersembunyi di tapak batas ini kehampaan melanda hidup dan diriku bagaikan sahabat karib bersapa menanyakan " hai, mau pergi kemana?" aku hanya tersenyum dan hidup terus berjalan ah... ditapak batas ini dapatkah ku hanya memejamkan mata? Hai kau..... Wanita yang kuat. Pejamkanlah mata sesuka dirimu. Tak ada yang menghalangi kecuali jiwa dan pikiranmu. Hapus memori yang memberatkan Buka mata dan terus jalani dalam batasmu Jangan  pernah merasa sendiri Ada senyum tawa ku yang akan mengisi Di hari yang kau nikmati Dalam tapak batas yang itu semua hanya ilusi. Depok, 01 April 2017 #gabut

Rupa tak berupa

Hai kau Sudah lama tak tertulis Kata hati yang bergumang bicara Merasa sakit dalam sehatnya Terbelenggu cita yang hanya suara Hai kau Sudah tak mampu mau berkata apa Tanganpun eggan bergerak dalam kodratnya Menyisakan alur hidup yang biasa Dalam harapan mereka yang berdoa Hai kau Bangun dan bangkitlah Jangan hanya menjadi darah Berjalan menapakkan luka Tanpa rasa sesal yang kau buat Depok, 9 Februari 2017

Miris

Sore ini Kembali aku catatkan Luka negeri yang tak terobati Hanya karena sekedar tutur kata penuh makna Namun, Sangkut paut kanan dan kiri jadi finalisasi Sebuah kebenaran sesuai kondisi Dimana kekuasaan dan kekuatan yang dicari Sakit, Melihat semua  dalam krisis Serasa Moral sudah tak ada Dibunuh oleh kata” Penista” Depok, 3-2-2017

kembali

Kembali terbuka mata Dalam alur hidup tak terbaca Hanya anganlah yang mampu mengira Hari esok mau terjadi apa Kuatkan hati yang tak bertulang ini Agar tetap terisi iman dan amin Tak selamanya menggerutu Bersama nafas yang di hirup slalu Depok, 2 Januari 2016

Kembali Sunyi

Kembali lagi Mata ini Melihat bintang bintang berkelip menyapa hati Lentera yang menyala Mengingatkan akan hidup  begitu sesederhananya Berirama sautan tetangga Meneriakkan lantunan sholawat Beramai ramai menuju teriakan toa Sembah doa sebagai kewajiban atas hidupnya Rindu malam pun terasa ramai Akan hadirnya tawa dari candaan kecil anak anak negeri Berlarian mencari kesenangan Sampai tangis menghentikan segala angan Teganya aku meninggalkan suasana ini Yang mungkin hanya untuk sekedar mencari nasi Ke tanah dimana orang orang berdiri Dalam kesendirian tanpa ada yang menemani Kampung halaman, 10-01-2017

Lapor

Lapor! Laporan anda tidak benar Tunggu! Aku akan balik melapor Semakin tebal kertas ini menumpuk Tangan tangan terpaksa menulis tentang subjektivitas Benar dan salah Mungkin demo yang terjadi akan jadi boomerang Saat semua hancur tak tersisa Mereka yang berbaju Tidak sadar  kekurangan masing masing Hanya benar bisa di kata siapa yang dibela Se enak kata bilang kesana kesini Tebar bingung kepada kami rakyat pribumi Semua tutur meyakinkan Bak seorang penyair mengotak atik kata Menyambung kanan kiri membuat gagasan Sedih melihat ini Kenyamanan kedamaian hilang tak berujung Oleh mereka para agenda setting  terpandang Yang menyuap kami basa dan basi Tak bernutrisi Tanah kelahiran, 18 Januari 2017

Selamat Ulang Tahun

Riuh terdengar angin malam berlarian Membangunkan jari jemari untuk bergerak Menuliskan apa yang ada dalam rasa Yang diharap akan benar terjadi adanya Sudah lama ku tunggu Kehadiranmu saat  aku ada dalam tempat dan waktu yang sama Bersipuh menghadap arah hati yang diidamkan Menantikan datangnya waktu menjawab semua doa Semakin lama semakin kepala ini menunduk Hormat bangga atas semua yang dilakukan Tangan ini juga tak lepas dari gandengan Siang malam memohon agar kau diberi keselamatan Malam ini bukan hanya raga jiwa ini Rumput pepohonan merangkak melantunkan sabda “barokallah fi umrik” Kepada dirimu yang tertutup helaian kain Do`a dan harapan tak bisa aku ucap Hanya apa yang kau tulis dulu itu Dapat juga mengalir dalam alur kehidupanmu Yang aku rasa lebih cepat akan  terjadi. Kalitengah, 10-01-2017

Guyonan cinta

Sudah lama tak bertegur sapa Setelah enam pertemuan tanpa makna Hanya tanya” bagaimana kabar dan lagi apa” Dan masih sama Saat kau masih berjilbab ala kaum muda Sampai saat ini jilbab tak ada rupa Inikah anugerah Atau musibah Atau jawaban doa yang aku panjatkan Tapi kenapa gak enak ya Haruskah ku tarik aja mungkin Tapi aku jadi bingung Sudahlah, bapak ibu juga belum rela Kalau aku  menafkahinya. Depok, 25-12-2016

HBD Kak Den

Angin laut dan darat saling bertepukan Memandangi muda mudi yang kasmaran Menatap ke sana kemari Sambil berucap janji untuk  saling menyayangi Mungkin itu yang kau rasa saat ini Bulan desember? Ketika bencana dimana mana Kau juga tak luput dari dekapan kasih sayang tuhan Yang katanya kamu “maha asik” Sampai mengusik kantong rezekimu Ha ha ha ha Di umur ke berapa ini juga aku tak tahu Aku doakan kau tetap menjadi manusia Dengan segala kekurangan dan  kelebihanmu Rangkul semua insan dari macam kalangan Bagikan kebahagiaan dari kebahagianmu Dan  ”Si Tou Timuo Tumou Tou”

Wanita berjilbab

Entah kenapa seketika aku membisu Berdiri kaku menahan lamunan Tak biasanya ini terjadi Ketika yang diharap sudah nampak di mata Kemana kau wanita berjilbab Apakah kau sudah mati dengan dirimu sendiri Hingga tak mampu berucap atau merasa Keadaanku yang merindukanmu Kurangnya hari tidak mengurangkan rasa ini Lembaran demi lembaran aku jamahi Berharap menemukan dirimu dalam susunan kata Yang akan membuat mata ini terus menatap sampai alam membiusku Wanita Berjilbab Sudahlah kau bercanda Bukan saatnya lagi menggantungkan cinta Tak pantas dilihat dan dirasa Wanita Berjilbab Kalaupun sudah saatnya usai Katakan! Jangan membisu atau membuta Aku kuat untuk menerima Kata “Putus” atau “Cinta” Depok, 12122016

Capek itu perlu

Apa pun yang kau pikirkan saat ini Itu hanya akan membuatmu lemah Bahkan membuatmu tersesat Kau mungkin terlalu capek dengan kegiatan kampusmu Yang hanya bergelut dengan pena dan kertas Kau mungkin butuh  duduk santai menemani si manis kopi Lihatlah rumput dan pohon yang melambai Ajaklah mereka bermain Dengan peran yang kau sendiri sukai Kawan Lakukan kewajiban seperti itu kebutuhanmu Tebar senyuman kepada siapa yang dihadapmu Jangan takut atas hari esok Waktu itu santun membawa kau ke kebahagiaan Kawan! Capek itu perlu Ngeluh itu manusia Bahkan nangis gak papa Namun, putus asa dan menyalahkan itu hina Depok, 7-12-2016

Rindu Senja

Sajak sore aku haturkan Kepada dewi yang mengahadap mentari senja Melantunkan doa kesungguhan Bersipuh tangis pada hati yang mengikat Semakin indah rasanya Dengungan suaramu menusuk pikiranku Yang lantas cepat mengingatmu Ketika saat kala kita bersama Keharuan semakin mengeras Ketika kau dan aku lama tak berjumpa Gelombang mendayu dayu mengucapkan asa Untuk saling ingat cinta kita Depok, 29-11-2016

Kangen

Mengingatmu membuat aku hidup Rasa lelah mustahil ada dalam diriku Kau yang membuatku menumbuhkan Benih cinta yang belum ada tempatnya Kalaupun sempat kau mengizinkan Tak akan  lama aku akan meminta Membawa mahar keberkahan Pertanda cinta ini tulus kepadamu Depok. 28-11-2016

Sang Guru

Guru MTs Guru Engkaulah udara yang membuatku terus hidup Engkaulah api yang membakar keputus asaan hidup Engkaulah tanah yang membuat aku dapat berpijak Dan engkaulah air yang membuat aku menyelami kehidupan. Sang Guru Seorang guru adalah  nyawa bagiku.  Nyawa yang akan terus memberikan keberkahan hidup. Beliau-beliau yang selalu memikirkan akan nasib masa depan para murid-muridnya. Beliau beliaulah yang telah mengorbankan sebagian untuk keberhasilan anak cucunya. Guru MA ‘Guru seperti lilin yang menghabiskan dirinya sendiri untuk mencerahkan kehidupan orang lain’  Mungkin kalimat itulah yang patut diberikan kepada sang guru. Tidak peduli seberapa jauh harus berjalan kesekolah, tak peduli dengan kondisi umur  yang sudah tua. Sang guru tetap memenuhi kewajibannya. Sang Guru tak pernah lelah untuk mendidik dan membuat murid-muridnnya menjadi manusia yang memanusiakan manusia. Ustadz An nawawi Tetesan keringat sudah menjadi hal yang bias...

Darah yang terlupakan

Sudah tidak ada darah yang mengalir Semua telah membaur dan mengeras menjadi tanah Gersang tandus tidak ada yang mengurus Yang semakin lama terlawan arus para kura kura ninja tak berjiwa Sudah sekian  lama negeri ini berdiri Mengaung dalam  kondisi yang tidak pasti Kemakmuran kesejahteraan sekedar membumbui imajinasi Dan ku harap mereka para pahlawan  tak menangisi kami Dosakah  aku sebagai pemuda Yang berbahagia tertawa dalam keprihatinanmu Tidak mengingat mimpi yang diemban Apalagi ambisi untuk untuk hidup memberi arti Depok, 21-11-2016

Prihatin negeriku

Mencari “kesalahan” inilah fenomena saat ini Wejangan “Manusia tak ada yang sempurna”  hilang ditelan nafsu Tak ada yang mengalah saat negeri ini dirundung tangisan Pantas? Negeri ini semakin tak tahu arah. Melawan kesempurnaan Hendaknya itu yang jadi suguhan Baik buruk hanya tinggal lebel dan stempel Apalagi uang yang maha kuasa sudah mengalir Semua nampak terprediksi Akan siapa yang jadi saksi dan ketok mati  Akankah? Birokasi dan institusi hanya akan membuat negeri ini mati Oleh mereka penebar benci Yang tak punya cinta dan kasih ke NKRI Depok, 19-11-2016

Matinya keaneragaman

Inilah wujud kebodohan Di negeri yang katanya berbudaya Keragaman hilang sirna di buang Sampai terkebirinya arti kemanusiaan Kekerasan menjadi acuan Untuk merealisasikan keinginan Toleransi tasamuh taawun dan nilai yang lain dihilangkan Hanya untuk dapat pengakuan Dialah yang patut menjadi panutan Aku kasihan dengan mereka Mereka yang berteriak dan cinta kekerasan Yang tak mengerti arti perbedaan Yang akhirnya di tunggangi oleh mereka pemilik kepentingan. Depok, 6-11-2016

Manusia

Mencari  kesalahan orang lain itu gampang Tinggal nyalahin dan muntahin Inilah yang tercermin saati ini Kala  muka manusia tertutup harta Tak peduli surga  dan neraka Mereka berkata se enak kata Kepada mereka yang bernama manusia Tanpa sadar bahwa dirinya juga manusia Depok.02-11-2016

Agamaku malu

Aku semakin tertawa sedih dengan keadaan mereka Yang bermain drama dengan sang kuasa Mengatasnamakan ayat untuk membela agama Berharap rakyat bersimpati untuk mendukungnya Apa yang terjadi? Aku tahu mereka hafal akan kitab suci yang di punya Aku pun tahu makna dan tafsirannya mereka kuasai sampai masuk ke jiwa Tapi kenapa? Provokasi, Konflik dan sengsara malah dibuat Oleh para pemuka yang taat beragama Inikah kedamaian? Inikah yang dinamakan rahmatal lil `alamin? Kemana hidayahmu Tuhan Kasihanilah mereka yang lapar akan kuasa Berikan harta tahta dan seluruh isi jagad raya Sehingga tak membuat agama ini rusak di mata dunia Dan KAU hilangkan seluruhnya tanpa sisa. Depok, 02-11-2016