Skip to main content

Posts

Untumu, Orang tuaku

Sungguh ada rasa yang berbeda ketika pulang ke rumah. Melihat bapak sama ibu yang selalu berjuang untuk anak-anaknya. Setiap waktu hampir tidak pernah berhenti untuk melakukan sesuatu. Waktu tidak pernah menjadi penghalang untuk menyelesaikan segala aktivitas hingga semua selesai. Pergi ke sawah, ladang, gunung hingga tempat-tempat yang dianggapnya menjadi sumber kehidupan. Setelah sampai rumah, beristirahat sejenak, menonton televisi dan lanjut lagi bekerja. Mungkin inilah alasan orang tua begitu protektif terhadap anak-anaknya. Tidak mau melihat anak-anaknya kelaparan karena memang usaha yang dilakukan hanya untuk membuat anak-anaknya bahagia. Orang tua tidak pernah menyembunyikan kesedihan dihadapan anak-anaknya. Walaupun banyak kekecewaan yang mungkin dilakukan oleh anak-anaknya. Semua mengalir begitu saja. Tidak seperti aku, sedikit terkena cobaan, beribu umpatan aku keluarkan pada siapapun hingga semua yang membaca tulisanku ini. Untuk mu orang tuaku, aku bersyukur punya or...

Bersama Rojab

Kipas angin membantu aku berpikir. Malam yang semakin sunyi membisikan kata "tidurlah, sudah malam alfin". Gangguan dari makhluk tak berkasat mata juga perlahan lahan mulai kasar. Menderu, bersuara pelan sambil menertawakan.  Malam ini tidak ada pensil dan kertas, hanya satu laptop, buavita, Hp Xiomy, korek, gudang garam dan suara orang yang sedang berdiskusi. Makhluk tuhan yang bernafas sudah banyak yang tertidur, lelah terkena teriknya matahari siang. Tidak ada suara apapun dari mereka, hanya orokan yang sesekali bersuara mengagetkan. Malam ini aku kembali merenungi, bahwa aku telah jauh dari diriku sendiri. Aku menjauh dari apa yang seharusnya aku dekat. Semua berjalan begitu dekat hingga aku lupa pada hari hari yang telah dimuliakan oleh baginda rosul.  Mulai dari hari ini aku tersadar dan besok pudar kembali. Sudah menjadi satu hal yang biasa terjadi. Melupakan janji diri sendiri yang selalu terucap di kamar mandi sudah biasa juga aku lakukan. Aku menjadi sak...

Kantong Permintaan

Gerusan tanah menderu Berbisik sakit di petang yang gelap Ada rasa yang bergumam Memanggil nafsu untuk kembali memikirkannya Kisah yang tercatat dalam angan Memang cukup lama aku istirahatkan Hati yang seharusnya kau miliki Namun aku meminta maaf Selama aku tidak kau sebut Jangan harap aku menderu mengucap sayang Bukan masanya aku memaksa Aku sudah kanan sekanan kanannya Mempersilahkan keyakinan mu untuk menghadap Bertemu menemukan jalan Menggapai ridho yang diidamkan Namun, kalau pun kau capek Beristirahatlah Aku akan diam sampai kau berjalan kembali Air akan terus mengalir Begitu pun aku. Akan selalu ada bahkan siaga. Depok. 29/02/2020

Penggalan Waktu

Sebuah hasil memang tidak ada yang menyangka. Ada banyak langkah yang mungkin tidak dilihat oleh orang orang disekelilingnya. Usaha yang tak kenal lelah hingga mungkin hidupnya habis untuk menghirup kegigihan. Tidak ada kebahagiaan bagi mereka sebelum ada usaha. Memantaskan diri untuk mengklaim kemenangan adalah satu hal yang utama. Bukan menang karena faktor luck apalagi karena kecelakaan. Sudah banyak cerita memang, tentang orang orang hebat yang tumbuh dari hidup yang keras. Disiplin menjadi kunci untuk melangkah, fokus menjadi petunjuk untuk berjalan dan menerima menjadi satu hal yang tidak dapat ditinggalkan. Semua telah terumuskan dalam pikiran logik yang disepakati oleh kaum-kaum positivis. Tidak ada yang menyangkal, mungkin kalau pun ada mereka kaum kaum kalah yang menyalahkan segala yang menggagalkan rencananya. Tidak mudah memang hidup di zaman ini. Hampir segala petuah petuah yang diajarkan waktu kecil telah tergerus dengan logika picik kapitalis. Mengangkang selu...

Malam Sebelum Kepulangan

Ada banyak hal berbeda yang aku tuju di sini. Walaupun masih sama tentang apa yang aku hadapi. Semua begitu cepat berjalan hingga aku tidak tahu sekarang ini hari apa. Selalu yang aku ingat adalah pulang dan pergi. Pulang membawa harapan pergi meninggalkan kenangan. Menjadi manusia setengah dewasa memang sangatlah sakit. Sudah seharusnya tapi belum menjadi yang seharusnya. Semua serba ngawang. Hanya berpijak pada detik waktu yang mengantarkan mata menutup hingga terbuka. Kasih orang orang dekat begitu berharga. Sapaan, teguran, kritikan hingga usapan begitu membangkitkan. Aku mungkin manusia serba kemugkinan. Mungkin, mungkin dan mungkin. Tuhan mantapkan hamba dalam setiap merasa. Satukan pikiran, perkataan hingga menemukan noktah yang menghentikan. Langkah langkah mimpi anak desa yang keluar dari peradapan aslinya. Kepulangan ini bukanlah yang aku dambakan. Pulang penuh kekhawatiran namun juga perasaan yang tidak ingin kembali kesebuah kepergian. Depok (Semoga menjadi kenanga...

Renungan Pagi

Malam ini ada harapan baru yang aku tuju. Aku sadar akau adalah manusia lembek, cengeng, lemah dan sangat lemah. Orang bilang aku adalah orang yang tidak mempunyai mimpi walaupun aku mendeklarasikan sebagai seorang pemimpi yang katanya juga belum realistis. Mungkin perkataan itu tidak salah, aku memang lambat dalam berbagai kesempatan yang ada. Hingga mungkin banyak kekecewaan orang terhadap hidup ku. Aku berterima kasih kepada manusia manusia yang lain hingga detik ini masih mengkhawatirkan keberadaanku.  Malam ini aku banyak belajar dari seorang Mark Zuckerberg. Upayanya untuk mendirikan Facebook tidaklah mudah. Aku masih sangat kalah dengan dia dari banyak opportunity yang ada. Terima kasih kau telah menginspirasi hingga pagi ini yang harusnya aku terlelap juga belum menemukan mimpiku. Dari semua yang ada, hingga dari pagi sampai pagi ini banyak pelajaran yang dapat aku ambil. "Persetan dengan semua hal, omongan orang dan tantangan yang ada. Anda adalah orang ...

Renungan Malam Rabu

Memang waktu tidak bisa disalahkan. Apalagi orang lain. Mereka punya kuasa masing masing yang tidak dapat aku ganggu. Mereka berada di kuasa mereka sendiri dengan segala kekuatannya. Penting memang untuk mengerti satu sama lain dengan berkhusnudzon ketika semua gagal paham. Hanya diri aku sendiri yang mampu merasa, memikirkan apa yang harus dilakukan selanjutnya.  Harapan selalu ada, mungkin hanya waktu saja yang menjadi ketakutan. Menjadi manusia kuat memang tidak sembarangan layaknya membuang sampah. Mengayunkan tangan seolah olah itu tidak ada bahayanya. Begitu juga manusia, ada kesombongan, kedzaliman, kedustaan yang sudah ada sejak mereka dalam genggaman perut ibu.  Dalam sebuah kesempurnaan pastilah ada ketidaksempurnaan. Apalagi dalam sebuah perjuangan pastilah ada sebuah pengorbanan. Pengorbanan yang menemani entah diri sendiri atau orang lain. Semua ada di dalam rasa jiwa dan prasangka pikir. Hanya kita yang mampu membuat lega dan menerima. Tidak ada yang la...

Cerita Ratih

Suasana yang tenang namun melalaikan bagi siapa yang terlena, siang yang membuatku sangat bosan. Rekan yang menemaniku-layaknya hiasan yang terpajang di etalase, tak berdampak apapun pada suasana hatiku yang memang sudah kacau sejak kaki menjajak keluar. Ku katakan sial pada weekend ini, perpustakan sangat sepi. lunglai melangkah kelantai tiga, di sanalah sosok orange kusut sedang duduk membolak balik netbooknya yang lowbet. "alfin!, kusut amat" ia hanya mengucapkan beberapa kata, yang jelas ucapannya berisi alasan yang begadang semalaman suntuk. Duduk dan bertukar cerita tak pelak menambah kebosanan. kulirik sosok di dalam AWC, ternyata juga tak beda jauh, malah lebih parah terkapar. Tenggelam oleh waktu dan kebosanan, sosok yang diharapkan tiba. Hanya bertiga, berempat dengan sosok yang baru datang tersebut, kita saling berbagi cerita, menanamkan satu pemahaman dan berlalu begitu saja. Kembali hanya bertiga, keheningan kembali menyapa. Andai saja ada jangkrik berderi...

Berlian Triatma

Talenta III. Wonosobo, 01/01/2019 Berpakaian nyentrik, kaos ketat tanda perut buncit, dan tidak kuat berlari mengelilingi UI mungkin itulah yang cocok disematkan pada temanku ini. Penyematan ini mungkin hanya di legitimasi oleh mereka yang sebenar -benarnya kenal dengan aslinya. Daya nalar kritis, kebanyakan tanya dan menjadi famous seperti sekarang ini mungkin buah dari dirinya ingin mencari wanita yang diidamkan. Sungguh kasihan memang. Pertama kali b e r temu mungkin kita disatukan oleh identitas yang sama yaitu “satu jawa”. Walaupun berbeda logat dan kota “Magelang dan Malang” tapi hal itu cukup membawa semangat untuk melakukan apa yang seharusnya dilakukan. Memang jujur, di tengah kumpulan orang orang berbicara bahasa Indonesia ditambah lagi dengan langue yang tidak biasa, terkadang membuat bibir terkunci tidak terbuka. Oleh karena itu, berbahasa jawa menjadi salah satu wujud kemerdekaan yang yang hakiki . Mulut serasa tidak punya dosa, ringan berkata, mengumpat da...

Obrolan bersama anak anak MANASA #Part 1

Obrolan bersama Subkhan Subkhan :Mas, saya mau bertanya Alfin         :Oke, apa khan? Subkhan    :Jadi begini mas, nah kita kan di sini suruh baca buku, terus saya pernah ngaji katanya kalau belajar tidak dengan guru itu nanti kita diajari setan. Nah jadi kalau kita membaca tanpa ada gurunya sama saja kita belajar dengan setan dong mas. Obrolan dengan Mufid Alfin    : Fid, siapa yang paling cantik di MANASA ini fid? Mufid   :Yang paling cantik ya yang cewek itu mas Alfin     :Terus kamu suka gak? Mufid   :Kalau suka mah iya, tapi tidak mungkin “Abot Sanggane mas” Alfin     : ha ha ha ha Obrolan dengan Oman Alfin     :Man kira kira sungai ini ada ikannya gak man? Oman   : (Langsung menyentuh bagian dasar batu dan mengusap usap). Wah ada ini mas. 4 Jam memancing hanya mendapat 4 ekor ikan endong peranakan.   Obrolan dengan anak anak kelas 1...

Cewek Cantik Itu Bangke!

Siang itu matahari malu untuk menampakkan dirinya. Awan berselimut dalam hamparan langit yang seharusnya membiru. Aku mulai berjalan pada pikiran yang sudah aku putuskan. Sebuah perjalanan. P erjalanan panjang yang aku rasa akan ada harapan untuk menemukan yang seharusnya aku jalani selama ini. Aku datang datang bersama adik perempuan ku. Namanya Ayu. Seorang adik yang berkarakter kuat ketika keluar dan mati ketika didalam rumah sendiri. Aku dan Ayu adalah kakak beradik yang dapat dikatakan kompak. Sifat yang sama hingga tujuan yang sama untuk ikut serta membangun peradapan dunia. “Kita mau lewat mana, mau lewat selatan atau arah utara”, tanya aku . Ayu pun menjawab dengan santainya “ aku ikut saja mas, aku orang asli sini tapi tidak tahu apa apa tentang tempat tinggal kebanggan ku ini”. Memang aneh generasi orang orang gen X, mungkin karena dunia mereka luas hingga lupa pada dunia yang membentuknya. Akhirnya aku pun memutuskan untuk melalui jalur utara yang kata teman tem...

Dia Sahabat

Memang terkadang sulit untuk bangkit Di kala pikiran dan perasaan tak sama Apalagi ucapan Yang pandai berkelindan Semua orang terkadang sama Tak tahu apa, bagaimana kondisi saya Hanya sahabatlah Yang bersikap berbeda Semua hanya ilusi Dari rangkai pikir berjeruji Tak keluar Walau telah terbakar Mereka yang ada Pada pagi yang ku sebut Menghantarkan salam lembut Hingga sore pun menyambut Sahabat Engkau memang berbeda Dari segala penjuru yang ada Hingga arah mata angin pun tak tahu dimana kau berada Magelang, 23/12/2019

Sehari serasa

Rasa memang tidak malu Menampakkan apa yang seharusnya tampak Tak bisa berbohong Apalagi menghindar Bukan rasa kalau tidak membawa pikir Jiwa hingga gerak langkah Tidak ada jawaban pasti Kecuali menjalani dengan segala yang menghampiri Dia, rasa Setiap hari selalu berkecamuk Memahat pikir hingga tak semua masuk Pada lubang yang seharusnya terpupuk Tumbuh subur seharusnya Dia rasa yang tersembunyi Muncul yang terkadang tidak seharusnya Tapi muncul berbayang terinjak Wonosobo, 29/11/2019

Kemungkinan

Mungkin Tidaklah sulit berucap Dari segala kemungkinan yang mungkin terjadi Mulai dari ketidaktahuan atau kebodohan Mungkin Memang melegakan Optimisme sedikit tumbuh  Dari hal hal yang tak tersentuh Mungkin  Terkadang membuat ragu Mereka yang tidak punya keyakinan Hingga menyalahkan lingkungan Mungkin Juga.. membuat kuat Mereka yang punya tekad Niat baik sambil berbuat Mungkin  Kata akan penuh makna Oleh mereka hamba tuhan Wujud kerendahan dihadapannya Wonosobo, 29/11/2019

Pola Pikir

Menjadi diam dalam keramaian tidaklah mudah Tengak tengok tetap tidak ada gunanya Jangan berharap Apalagi berkesimpulan Terkadang kau harus sadar Kau manusia seperti apa Dan siapa Diantara mereka penguasa Membungkuk mungkin menjadi cara Untuk tetap bertahan menahan Dari guncangan rasa penasaran Berubahnya sifat dan sikap seseorang Kau telah bilang bahwa waktu bijaksana Itulah yang harus kau pegang untuk dipercaya Jangan gegabah Apalagi ghibah Kau bisa berdiri nanti Tapi bukan untuk saat ini Kau diijinkan merangkak untuk mencari Apa yang dibutuhkan suatu saat nanti Wonosobo, 28/11/2019

Pengharapan

Ratusan kalimat sudah aku dengarkan. Dari orang orang yang mencintai aku. Mereka berkata tentang keyakinan dan kesungguhan. Untuk lebih percaya bahwa dalam kondisi apapun jangan pernah menyerah. Mereka mengatakan dari banyak tempat dan waktu. Dari mulai siang bolong hingga malam sunyi tak berupa. Aku yakin mereka adalah yang menguatkan hingga aku masih bisa menulis di pagi ini. Daun daun mulai tumbuh seiring datangnya hujan. Tanah mulai melunak menawarkan kesucian. Ada dan banyak dari makhluk saat ini sedang bahagia bahwa hujan telah memberi khabar. Ada sebuah pengharapan untuk hidup di masa depan. Bayang bayang kehancuran tentang dunia ini sedikit terlupakan. Oleh tawa dan canda para makhluk penghimpun dosa. Tapi tidak dengan aku. Aku terpeleset oleh guyuran air. Buaian suara dan dinginnya hujan telah melupakan banyak hal yang harus dicapai. Aku memanjakan mata hingga tak sanggup untuk melihat. Hanya kegelapan sepanjang nafas yang aku alami. Tak mudah memang untuk kemba...

Angan

Banyak hal yang aku pikirkan hingga tak bisa membuatku tidur. Anak anak di sekolah dengan ide ide ku yang sedang bersemangat untuk membangun pendidikan telah membuatku mengalahkan hal hal yang lain. Aku tidak bisa berpikir jernih tentang apa yang terjadi yang kemudian menjadi sebuah prioritas yang akan aku lakukan. Aku sadar kelemahan ku tapi aku sadar juga bahwa aku belum bisa mengisi kelemahan ku ini. Ada benarnya juga bersikap masa bodoh atas segala apa yang membayangi. Menjadi sebuah delima besar yang menjalar ke banyak hal. Kacaunya perasaan hingga pemikiran sedikit banyak telah membuatku pusing. Mungkin memang wajar kondisi saat ini sedang seperti ini. Jatuh cinta berat memang tidaklah baik. Memang benar apa yang dikatakan para penyair yang pada akhirnya bahagia dengan kesederhanaanya. Malam ini aku aku berdoa bahwa apa yang aku pikirkan saat ini semoga menjadi kekuatan untuk terbiasa denga hidup. Hidup yang katanya adalah penderitaan. Hidup yang katanya sebuah algorit...

Tatapan

Ada tatapan baru yang harus diraih Usia sudah mulai menua Mertua pun sudah mulai banyak bicara “Anak saya kapan dibawa” Ada juga tatapan baru Dunia modern penuh sandiwara Aku dipaksakan tertawa Pada suasana yang tak semestinya Aku selalu berdoa Tuhan selalu memberi pentujuk Dari pagi hingga malam Tangan menadah hingga sudah tak ada kata terucap Tuhan dewasakan aku Dari orang orang yang mendewakan dirinya Tampakkan kepadaku orang orang sombong Hingga aku tidak mau bertemu dengannya.. lagi Depok, 02/09/2019

Belajarlah adil dari segala yang ada

Manusia pada awal penciptaan langsung diberi nafsu sama Allah. Hampir pasti ketika bayi lahir tangannya menggengggam. Hal ini dimaksudkan bahwa dari sejak dini manusia ingin menguasai segala yang ada di bumi ini. Beranjak dewasa, dengan segala resource yang diberikan oleh Allah, manusia menjadi makhluk yang terkadang menakutkan bagi orang lain entah dari kecerdasannya, kekayaannya, kebaikannya, kejahatannya dan yang lainnya. Inilah yang mempengaruhi munculnya nafsu-nafsu yang ada didalam diri manusia. Dua hari yang lalu aku diajak mas Choliq untuk ikut meeting terkait dengan proyek yang sedang dijalankan. Aku duduk di samping orang orang yang lagi meeting dengan mas Choliq. Aku sendiri dengan secangkir kopi gayo gratis, rokok yang terus aku hisap dan HP yang sudah mati sedikit bosan dengan kondisi yang ada. Namun, aku berusaha menghibur diri, entah coret coret kertas, liat foto foto di laptop hingga aku sedikit mendengarkan perbincangan orang orang yang lagi meeting. Apa y...

Mati Listrik, kelar hidup loe

Begitulah yang aku pikirkan dalam dua hari ini. Mati listrik yang cukup lama dalam sejarah tinggal di kota. Hampir semua kegiatan yang berhubungan dengan elektronik lumpuh total. Tidak ada suara kebisingan kereta, tidak ada suara defeat or victory,   ataupun musik yang biasanya terdengar dari kamar sebelah. Walaupun ada beberapa suara musik dari tetangga RT yang sedang asik merayakan lomba 17 an dan juga suara adzan yang masjidnya memakai genset. Dunia hari itu gelap, dengan hembusan angin yang tidak seperti biasanya.   Kekhawatiran mulai muncul mengapa mati listriknya begitu lama? Apakah ada bencana atau ada sabotase yang dilakukan oleh beberapa orang? Aku tidak bisa mencari informasi terkait hal ini. Tidak ada sinyal, begitu juga hp ku yang dari bangun tidur sudah tinggal 20 % hingga akhirnya tidak ada aliran listrik . Hari hari ku lewatkan dengan ngobrol bersama teman teman. Terkadang berjalan muter muter keliling rumah, duduk di belakang rumah, ngopi, ngerokok da...