Skip to main content

Posts

Masihkan ada harapan?

Malang nasibmu nak. Ribuan kata yang kau untai tak ada gunanya sama sekali. Berat rindu yang kau rasa hingga berat melangkah kini sudah tak ada lagi. Malang nasibmu nak. Umurmu hanya seumur jagung. Rasanya baru kemarin berbunga bunga tiba tiba kau layu dengan sangat bak bunga tak ada air dan matahari. Malang nasibmu nak. Keras memang hidup ini. Memang gila, gila dan gila. Secepatnya berubah. Memang apa yang kau sangka belum menjadi sangkaanmu dan apa yang memang tidak disangka kadang menjadi sangkaan mu. Malang nasibmu nak. Sudah cukup bermain api bila kau tidak mau merasa sakit hati. Sudahi kegelisahan. Bangun kembali apa yang sudah seharusnya kau bangun. Demi masa depan, orang tua dan orang-orang yang akan melihatmu dengan senyum bahagia.

Jangan Tanya

 Jangan tanya Rindu ini seperti apa Aku terjebak Pada setiap babak Kamu yang lugu Juga lucu Tak habisnya membuat gagu Saat ketemu Jangan kaget Apalagi ewet Semua terjadi begitu saja Tak kusangka bahkan kog bisa. Jangan takut Semua sudah tercatut Di tuliskan di lauhul mahfudz Akan rasa yang sebenarnya telah akut Wonosobo/14/07/2021

Rasa dan Asa

Pada (02/07/2021) ada satu langkah yang aku ambil dalam menapaki kehidupan. Rasanya, cerita yang aku tulis ini akan serius tapi sangat wajar dan bahkan terlihat lebay. Tulisan ini aku tujukan ke salah satu orang yang aku temukan di dalam perjalanan rasa hidup. Tulisan dimulai dari sekarang. Ada satu rasa yang aku pendam selama beberapa tahun. Sudah lama rasanya hati ini tidak bergejolak pada mahabbah yang selalu ku rindukan. Dulu banyak rasa yang aku untai hingga pada akhirnya memunculkan tulisan-tulisan yang tertulis sebelum ini. Bahkan aku sempat berhenti menulis karena memang tak ada rasa lagi untuk menulis atau bahkan tidak ada objek yang aku tuliskan. Berjalannya waktu, akhirnya telah kembali pada satu asa yang aku coba bangun dengan perempuan yang aku rasa kembali menumbuhkan rasa dan asa. Bagi aku semua berjalan dengan tanpa terprediksi hingga pada akhirnya aku kaget dengan apa yang telah terjadi. Begitupun dengan dia, saya rasa dia juga kaget dengan apa yang terjadi. Ta...

Memulai

  Malam hari ini aku tersiksa dengan kebiasaan yang melingkupi. Ada kejenuhan yang perlahan mulai menggerogoti naluri untuk berkreasi. Banyak hal yang saya lakukan tapi juga   banyak yang harus saya tinggalkan. Menjadi seimbang memang gampang ketika diucapkan. Sudah sekian lama aku tidka bergelut dengan bacaan dan tulisan. Rasanya hampa tak bertepi seperti senandung lagu lagu kerena jaman sekarang. Rasanya tak berasa lagi bahwa aku pernah menjadi pelajar yang selalu bejar. Masa lalu memang indah untuk dikenang tapi masa lalu kemarin cepat sekali menjadi pengingat untuk saat ini. Aku bingung. Mulailah…..Mulailah dari kebingungan yang melanda. Bercerminlah.

Pagi Bersama Bapak #3

Malam tak luput dari lamunan Kakak kakak yang yang sebenarnya bingung Hidup mau bagaimana dan mau jadi apa Oh kasihan Tapi tenang ada yang lebih bingung Mereka yang berdiri melihat saya Aku boleh tertawa? Ha ha ha ha........... Tapi tenang, semua bingung Aku pun juga bingung Kata orang " bingung hanyalah pada orang yang lupa dan tidak tahu ilmunya" Nah, di sini kita sama sama tidak tahu Mencari, belajar, percaya dan yakin Itu kuncinya Melangkahlah bersama Sambil bercakap bahkan bernyanyi Kata denny caknan " Seneng seneng bareng susah susah bareng nyanding sliramu" Jangan bernyanyi ini bukan waktunya Tapi nyanyikanlah saat semua terasa membingungkan Nak, jangan seperti bapak Kata ikhsan skuter Nak, nyanyikan aku "Ibu" dari iwan fals Dan juga selalu titip rindu buat ayah dari ebit g ade

Pagi Bersama Bapak #2

Teman teman ku Masa muda masa yang berapi api  Begitu juga darah muda, darahnya para remaja Kata bang haji rhoma  Tumbuhkanlah asa sekuat mungkin Seperti tokoh-tokoh besar sang penggubah Bumi yang duhulunya hijau Berubah warna layaknya upload an feed sosial teman teman Karl Mark dengan komunisnya  Sejenak mengagumkan bagi kaum pemberontak Walaupun ada saat Hanya tinggal buku dan nama Begitu juga Hitler dengan Fasisnya Ditambah lagi bangkitnya Chauvinisme Hingga jutaan nyawa Dipenggal sesaat sebelum waktunya Akhirnya semua usai  Datangnya liberalisme mengubah cara pandang Adam Smith, John Lock beserta para filsuf membumbui Terikatnya imagined community dari Benedict Anderson Apa yang seharusnya dan seharusnya siapa Mengemuka menampar monarki monarki yang ada Namun tetap saja, Oligarki tetap menguat mengobrak abrik bumi dan manusianya Teman teman kenalkah dengan mereka? Seharusnya sudah Tapi apalah daya, mengenal diri sendiri aja susah Apalagi mereka para pencerah Tapi...

Pagi Bersama Bapak #1

Selamat Pagi Teman Teman Dalam dekapan pelapuk yang kian mengatup Beterbangan muka kalian membayangi Malam yang seharusnya aku lekas berbaring   Di pagi ini, aku sampaikan Secarik tetesan air mata malam rabu kemarin Banyak hal yang tidak aku duga Bahwa sebenarnya dunia terkadang memberatkan   Untuk yang sedang berbahagia pagi ini Berbahagialah secepatnya, melangkah dan langkahkan Jejak jejak kaki yang akan menguatkan Kalimat yang akan disampaikan ke orang tua nantinya. Untuk yang bersedih di hari ini Jangan kau tutupi, pelupuk matamu telah berbicara Tanah pun tidak lupa mengabarkan Ada berapa orang yang harusnya menangis pagi ini   Namun, jangan tampakkanlah Dosa, dosa, dosa Tersenyumlah, kita memang miskin namun jangan tampakkan Kita memang kaya dan jangan tampakkan   Teman, ada teman yang namanya bahagia dan sedih Aku tidak tahu apakah bahagia juga mengalami sedih Begitu juga sebaliknya Tapi aku tahu, semua bisa...

Untuk Teman ku yang dalam Perjalanan.

Tiga tahun bukanlah waktu yang lama untuk aku anggap sebagai teman. Tentunya masih banyak yang layak kau sebut sebagai teman yang benar benar kau inginkan. Tiga tahun lalu aku teringat pertama kali bertemu dengan kau ketika aku masuk ke dalam organisasi yang kau masuki. Pertama kali aku melihat, kau tampak bijaksana dengan parasmu yang menyeramkan tapi humoris. Walau terkadang sikap keras kepalamu membuat teman-teman disampingmu merasa tidak ada gunanya. Pikiran cerdasmu terkadang membuat geleng geleng kepala. Begitu juga dengan leluconmu yang terkadang membuat aku teriak “lucu”. Naufal Maulana adalah nama lengkapnya. Walaupun banyak orang memanggil dia dengan sebutan opang. Namanya cukup mencuap ketika ada permasalahan mengenai Opang (Ojek Pangkalan) di kampus. Belum cukup lama aku mengenal dirinya. Namun, dari banyak momen yang diciptakan aku sudah merasa bahwa dia adalah orang yang baik. Seorang mahasiswa dari Lombok ini saya rasa berusaha mengenal budaya jawa. Pisuhan “Jancuk” ...

Untuk Mu yang Pernah Mencintaiku.

Detik jarum memukul mundur masa lalu yang pernah terjadi. Memukul semakin keras hingga aku perlahan lupa dari segala peristiwa yang telah ada. Daun yang dulu pernah menjadi saksi, hingga bunga yang ku petik kala itu, nampaknya sudah kering keronta atau bahkan mati. Suara angin, manisnya senja hingga bulan di waktu malam rasanya sudah terhapus dari catatan-catatan puisi yang telah aku buat. Cepat begitu rasanya peristiwa itu terjadi. Aku dan kamu yang selalu berucap “ Selamat Pagi”, kini sudah tak ada dering dari nada ponsel. Banyak macam barang, catatan-catatan entah di meja, di kursi atau di tembok sudah tak tampak sedikitpun. Memang begitu keras waktu menjawab segalanya. Ruang yang pernah kita buat pun hampa tak berbau. Hanya lalat-lalat kecil yang beterbangan mencari bangkai bangkai binatang. Apalagi orang tua mu dan orang tua ku. Semua berharap sama. Aku dan Kamu akan duduk berdampingan hingga aku mengucapkan Qobiltu. Orang tua mu dan orang tua ku berharap sama. Aku dan Kamu be...

Kau yang Selalu Aku Lihat

Aku tidak tahu bagaimana perasaan ku saat ini. Kabur tak melihat apa yang seharusnya menjadi kenikmatan. Semua begitu enak berjalan seperti biasanya. Aku mulai terbiasa dengan suasana seperti ini. Ada tawaran untuk mengisi pun masih saja aku pertimbangkan matang matang. Bukan aku menolak tapi aku menjaga kesucianmu. Bukan maksud aku najis atau gimana melainkan tidak sepantasnya kau berada di dekat ku. Saat ini mungkin aku hanya akan menjadi bebanmu saja. Berat dan memberatkan setiap jengkal pikiran yang berjalan. Sudah sepantasnya kau berada di zona orang-orang yang mapan akan pikiran. Jangan mendekat dulu sebelum kau memang benar benar siap. Ya walaupun aku merasa ada penyesalan yang berlebih atas apa yang sebenarnya terjadi.  Hari-hari aku cumbui, ku lipat ke kanan dan ke kiri. Masih belum ada juga kabar tentang kau. Kau yang hampir selalu aku rindukan sapaan hai pertamamu hingga kau mengucapkan good bay di akhir bicara. Memang semua itu hanya ilusi belaka, itulah gambaran yang m...

Untumu, Orang tuaku

Sungguh ada rasa yang berbeda ketika pulang ke rumah. Melihat bapak sama ibu yang selalu berjuang untuk anak-anaknya. Setiap waktu hampir tidak pernah berhenti untuk melakukan sesuatu. Waktu tidak pernah menjadi penghalang untuk menyelesaikan segala aktivitas hingga semua selesai. Pergi ke sawah, ladang, gunung hingga tempat-tempat yang dianggapnya menjadi sumber kehidupan. Setelah sampai rumah, beristirahat sejenak, menonton televisi dan lanjut lagi bekerja. Mungkin inilah alasan orang tua begitu protektif terhadap anak-anaknya. Tidak mau melihat anak-anaknya kelaparan karena memang usaha yang dilakukan hanya untuk membuat anak-anaknya bahagia. Orang tua tidak pernah menyembunyikan kesedihan dihadapan anak-anaknya. Walaupun banyak kekecewaan yang mungkin dilakukan oleh anak-anaknya. Semua mengalir begitu saja. Tidak seperti aku, sedikit terkena cobaan, beribu umpatan aku keluarkan pada siapapun hingga semua yang membaca tulisanku ini. Untuk mu orang tuaku, aku bersyukur punya or...

Bersama Rojab

Kipas angin membantu aku berpikir. Malam yang semakin sunyi membisikan kata "tidurlah, sudah malam alfin". Gangguan dari makhluk tak berkasat mata juga perlahan lahan mulai kasar. Menderu, bersuara pelan sambil menertawakan.  Malam ini tidak ada pensil dan kertas, hanya satu laptop, buavita, Hp Xiomy, korek, gudang garam dan suara orang yang sedang berdiskusi. Makhluk tuhan yang bernafas sudah banyak yang tertidur, lelah terkena teriknya matahari siang. Tidak ada suara apapun dari mereka, hanya orokan yang sesekali bersuara mengagetkan. Malam ini aku kembali merenungi, bahwa aku telah jauh dari diriku sendiri. Aku menjauh dari apa yang seharusnya aku dekat. Semua berjalan begitu dekat hingga aku lupa pada hari hari yang telah dimuliakan oleh baginda rosul.  Mulai dari hari ini aku tersadar dan besok pudar kembali. Sudah menjadi satu hal yang biasa terjadi. Melupakan janji diri sendiri yang selalu terucap di kamar mandi sudah biasa juga aku lakukan. Aku menjadi sak...

Kantong Permintaan

Gerusan tanah menderu Berbisik sakit di petang yang gelap Ada rasa yang bergumam Memanggil nafsu untuk kembali memikirkannya Kisah yang tercatat dalam angan Memang cukup lama aku istirahatkan Hati yang seharusnya kau miliki Namun aku meminta maaf Selama aku tidak kau sebut Jangan harap aku menderu mengucap sayang Bukan masanya aku memaksa Aku sudah kanan sekanan kanannya Mempersilahkan keyakinan mu untuk menghadap Bertemu menemukan jalan Menggapai ridho yang diidamkan Namun, kalau pun kau capek Beristirahatlah Aku akan diam sampai kau berjalan kembali Air akan terus mengalir Begitu pun aku. Akan selalu ada bahkan siaga. Depok. 29/02/2020

Penggalan Waktu

Sebuah hasil memang tidak ada yang menyangka. Ada banyak langkah yang mungkin tidak dilihat oleh orang orang disekelilingnya. Usaha yang tak kenal lelah hingga mungkin hidupnya habis untuk menghirup kegigihan. Tidak ada kebahagiaan bagi mereka sebelum ada usaha. Memantaskan diri untuk mengklaim kemenangan adalah satu hal yang utama. Bukan menang karena faktor luck apalagi karena kecelakaan. Sudah banyak cerita memang, tentang orang orang hebat yang tumbuh dari hidup yang keras. Disiplin menjadi kunci untuk melangkah, fokus menjadi petunjuk untuk berjalan dan menerima menjadi satu hal yang tidak dapat ditinggalkan. Semua telah terumuskan dalam pikiran logik yang disepakati oleh kaum-kaum positivis. Tidak ada yang menyangkal, mungkin kalau pun ada mereka kaum kaum kalah yang menyalahkan segala yang menggagalkan rencananya. Tidak mudah memang hidup di zaman ini. Hampir segala petuah petuah yang diajarkan waktu kecil telah tergerus dengan logika picik kapitalis. Mengangkang selu...

Malam Sebelum Kepulangan

Ada banyak hal berbeda yang aku tuju di sini. Walaupun masih sama tentang apa yang aku hadapi. Semua begitu cepat berjalan hingga aku tidak tahu sekarang ini hari apa. Selalu yang aku ingat adalah pulang dan pergi. Pulang membawa harapan pergi meninggalkan kenangan. Menjadi manusia setengah dewasa memang sangatlah sakit. Sudah seharusnya tapi belum menjadi yang seharusnya. Semua serba ngawang. Hanya berpijak pada detik waktu yang mengantarkan mata menutup hingga terbuka. Kasih orang orang dekat begitu berharga. Sapaan, teguran, kritikan hingga usapan begitu membangkitkan. Aku mungkin manusia serba kemugkinan. Mungkin, mungkin dan mungkin. Tuhan mantapkan hamba dalam setiap merasa. Satukan pikiran, perkataan hingga menemukan noktah yang menghentikan. Langkah langkah mimpi anak desa yang keluar dari peradapan aslinya. Kepulangan ini bukanlah yang aku dambakan. Pulang penuh kekhawatiran namun juga perasaan yang tidak ingin kembali kesebuah kepergian. Depok (Semoga menjadi kenanga...

Renungan Pagi

Malam ini ada harapan baru yang aku tuju. Aku sadar akau adalah manusia lembek, cengeng, lemah dan sangat lemah. Orang bilang aku adalah orang yang tidak mempunyai mimpi walaupun aku mendeklarasikan sebagai seorang pemimpi yang katanya juga belum realistis. Mungkin perkataan itu tidak salah, aku memang lambat dalam berbagai kesempatan yang ada. Hingga mungkin banyak kekecewaan orang terhadap hidup ku. Aku berterima kasih kepada manusia manusia yang lain hingga detik ini masih mengkhawatirkan keberadaanku.  Malam ini aku banyak belajar dari seorang Mark Zuckerberg. Upayanya untuk mendirikan Facebook tidaklah mudah. Aku masih sangat kalah dengan dia dari banyak opportunity yang ada. Terima kasih kau telah menginspirasi hingga pagi ini yang harusnya aku terlelap juga belum menemukan mimpiku. Dari semua yang ada, hingga dari pagi sampai pagi ini banyak pelajaran yang dapat aku ambil. "Persetan dengan semua hal, omongan orang dan tantangan yang ada. Anda adalah orang ...

Renungan Malam Rabu

Memang waktu tidak bisa disalahkan. Apalagi orang lain. Mereka punya kuasa masing masing yang tidak dapat aku ganggu. Mereka berada di kuasa mereka sendiri dengan segala kekuatannya. Penting memang untuk mengerti satu sama lain dengan berkhusnudzon ketika semua gagal paham. Hanya diri aku sendiri yang mampu merasa, memikirkan apa yang harus dilakukan selanjutnya.  Harapan selalu ada, mungkin hanya waktu saja yang menjadi ketakutan. Menjadi manusia kuat memang tidak sembarangan layaknya membuang sampah. Mengayunkan tangan seolah olah itu tidak ada bahayanya. Begitu juga manusia, ada kesombongan, kedzaliman, kedustaan yang sudah ada sejak mereka dalam genggaman perut ibu.  Dalam sebuah kesempurnaan pastilah ada ketidaksempurnaan. Apalagi dalam sebuah perjuangan pastilah ada sebuah pengorbanan. Pengorbanan yang menemani entah diri sendiri atau orang lain. Semua ada di dalam rasa jiwa dan prasangka pikir. Hanya kita yang mampu membuat lega dan menerima. Tidak ada yang la...

Cerita Ratih

Suasana yang tenang namun melalaikan bagi siapa yang terlena, siang yang membuatku sangat bosan. Rekan yang menemaniku-layaknya hiasan yang terpajang di etalase, tak berdampak apapun pada suasana hatiku yang memang sudah kacau sejak kaki menjajak keluar. Ku katakan sial pada weekend ini, perpustakan sangat sepi. lunglai melangkah kelantai tiga, di sanalah sosok orange kusut sedang duduk membolak balik netbooknya yang lowbet. "alfin!, kusut amat" ia hanya mengucapkan beberapa kata, yang jelas ucapannya berisi alasan yang begadang semalaman suntuk. Duduk dan bertukar cerita tak pelak menambah kebosanan. kulirik sosok di dalam AWC, ternyata juga tak beda jauh, malah lebih parah terkapar. Tenggelam oleh waktu dan kebosanan, sosok yang diharapkan tiba. Hanya bertiga, berempat dengan sosok yang baru datang tersebut, kita saling berbagi cerita, menanamkan satu pemahaman dan berlalu begitu saja. Kembali hanya bertiga, keheningan kembali menyapa. Andai saja ada jangkrik berderi...