Skip to main content

Posts

Angan

Banyak hal yang aku pikirkan hingga tak bisa membuatku tidur. Anak anak di sekolah dengan ide ide ku yang sedang bersemangat untuk membangun pendidikan telah membuatku mengalahkan hal hal yang lain. Aku tidak bisa berpikir jernih tentang apa yang terjadi yang kemudian menjadi sebuah prioritas yang akan aku lakukan. Aku sadar kelemahan ku tapi aku sadar juga bahwa aku belum bisa mengisi kelemahan ku ini. Ada benarnya juga bersikap masa bodoh atas segala apa yang membayangi. Menjadi sebuah delima besar yang menjalar ke banyak hal. Kacaunya perasaan hingga pemikiran sedikit banyak telah membuatku pusing. Mungkin memang wajar kondisi saat ini sedang seperti ini. Jatuh cinta berat memang tidaklah baik. Memang benar apa yang dikatakan para penyair yang pada akhirnya bahagia dengan kesederhanaanya. Malam ini aku aku berdoa bahwa apa yang aku pikirkan saat ini semoga menjadi kekuatan untuk terbiasa denga hidup. Hidup yang katanya adalah penderitaan. Hidup yang katanya sebuah algorit...

Tatapan

Ada tatapan baru yang harus diraih Usia sudah mulai menua Mertua pun sudah mulai banyak bicara “Anak saya kapan dibawa” Ada juga tatapan baru Dunia modern penuh sandiwara Aku dipaksakan tertawa Pada suasana yang tak semestinya Aku selalu berdoa Tuhan selalu memberi pentujuk Dari pagi hingga malam Tangan menadah hingga sudah tak ada kata terucap Tuhan dewasakan aku Dari orang orang yang mendewakan dirinya Tampakkan kepadaku orang orang sombong Hingga aku tidak mau bertemu dengannya.. lagi Depok, 02/09/2019

Belajarlah adil dari segala yang ada

Manusia pada awal penciptaan langsung diberi nafsu sama Allah. Hampir pasti ketika bayi lahir tangannya menggengggam. Hal ini dimaksudkan bahwa dari sejak dini manusia ingin menguasai segala yang ada di bumi ini. Beranjak dewasa, dengan segala resource yang diberikan oleh Allah, manusia menjadi makhluk yang terkadang menakutkan bagi orang lain entah dari kecerdasannya, kekayaannya, kebaikannya, kejahatannya dan yang lainnya. Inilah yang mempengaruhi munculnya nafsu-nafsu yang ada didalam diri manusia. Dua hari yang lalu aku diajak mas Choliq untuk ikut meeting terkait dengan proyek yang sedang dijalankan. Aku duduk di samping orang orang yang lagi meeting dengan mas Choliq. Aku sendiri dengan secangkir kopi gayo gratis, rokok yang terus aku hisap dan HP yang sudah mati sedikit bosan dengan kondisi yang ada. Namun, aku berusaha menghibur diri, entah coret coret kertas, liat foto foto di laptop hingga aku sedikit mendengarkan perbincangan orang orang yang lagi meeting. Apa y...

Mati Listrik, kelar hidup loe

Begitulah yang aku pikirkan dalam dua hari ini. Mati listrik yang cukup lama dalam sejarah tinggal di kota. Hampir semua kegiatan yang berhubungan dengan elektronik lumpuh total. Tidak ada suara kebisingan kereta, tidak ada suara defeat or victory,   ataupun musik yang biasanya terdengar dari kamar sebelah. Walaupun ada beberapa suara musik dari tetangga RT yang sedang asik merayakan lomba 17 an dan juga suara adzan yang masjidnya memakai genset. Dunia hari itu gelap, dengan hembusan angin yang tidak seperti biasanya.   Kekhawatiran mulai muncul mengapa mati listriknya begitu lama? Apakah ada bencana atau ada sabotase yang dilakukan oleh beberapa orang? Aku tidak bisa mencari informasi terkait hal ini. Tidak ada sinyal, begitu juga hp ku yang dari bangun tidur sudah tinggal 20 % hingga akhirnya tidak ada aliran listrik . Hari hari ku lewatkan dengan ngobrol bersama teman teman. Terkadang berjalan muter muter keliling rumah, duduk di belakang rumah, ngopi, ngerokok da...

Gigi 3

Aku adalah besi Berat dan berkarat Aku susah meleleh Dan aku bisa terbang ketika panas Namun Aku sering terbakar dan meleleh Oleh Api kebaikan Gambaran puisi di ataslah yang menemani aku tumbuh berkembang sampai saat ini. Hidup dalam tekanan ekonomi dari kecil membuat aku menjadi tinggi. Apalagi ketika kecil aku adalah bapak ku saat ini. Pergi ke sawah untuk menanam cabai dan pergi ke gunung untuk membawa ketela untuk dibawa ke pabrik. Tidak lupa juga ketika aku, kakak, ibu dan bapak sering ke gunung untuk deres getah pinus. Nikmat benar hidup masa lalu aku, tidak pernah tahu dunia luar. Tidak ada keinginan yang berlebih tentang hidup. Memang monoton, tapi itulah hidup anak desa. Aku percaya orang tua ku bukanlah orang biasa. Mana ada orang pada zaman saat ini yang mau hidup biasa biasa aja. Teknologi informasi tentunya akan menggiring orang orang untuk berkelana mengelilingi dedauan berair, air bersuara, langit oren seperti para vlogger yang memamerkan daily lif...

Gigi 2

Menjadi dewasa adalah sebuah pilihan. Aku bertanya pada anak anak ku di MANASA, Apa definisi dewasa menurut kalian? Jawaban yang keluar bermacam macam, ada yang mengatakan bahwa dewasa adalah mereka yang mampu memberikan rasa aman, dewasa adalah mereka yang tidak mudah marah, dewasa adalah mereka yang kuat, dewasa adalah mereka yang mampu memberikan kenyamanan, dewasa adalah mereka yang mampu bertanggung jawab dan dapat dipercaya. Sungguh menyenangkan mendengarkan pendapat mereka tentang arti dewasa menurut anak anak ini. Kemudian saya bertanya lagi, kalau adik adik punya pacar tentunya ingin memiliki pacar yang dewasa, nah dewasa menurut adik adik untuk pacar kalian nanti atau saat ini itu seperti apa? Beberapa anak menjawab “ dewasa adalah pacar yang bisa mengerti”, ada juga yang mengatakan “ dewasa adalah pacar yang mampu melindungi dan bertanggung jawab”. Satu kelas pun tertawa terbahak bahak mendengar jawaban dari anak anak yang berbicara seperti itu. Mereka tidak malu malu kar...

Gigi 1

Ada banyak hari yang telah aku lewati. Begitu juga pengalaman yang terjadi. Sedih, senang, kecewa dan berbagai perasaan yang lain hampir menyelimuti ketika aku berjalan. Pada tahun 2019 ini aku catatkan sebuah catatan yang nantinya aku berharap dapat dilihat oleh anak anak ku ketika sudah terlahir di dunia. Jujur, semakin beranjak umur ku ini semakin pula aku harus menaikkan gigi mesin kehidupan ku. Ketakutan demi ketakutan mulai muncul satu persatu membayangi mata yang terbuka. Aku berusaha tegar, tegak dan gagah berdiri tapi memang bukan perkara yang mudah. Menjadi kuat dan meyakinkan diri sendiri bahwa sebenarnya mampu tidaklah mudah tidak seperti mudahnya memotivasi orang lain. Makanya aku berpikir bahwa untuk menjadi sesuatu yang diinginkan tidaklah harus mencari keluar cukup cari pada diri sendiri. Ketika sudah menemukan sesuatu yang benar benar dirinya barulah keluar kemana engkau akan berambuh. Dalam tulisan ini aku juga ingin mencatatkan sebuah puisi untuk anak ku kelak. An...

Stoikisme ala Santri

Sekali lagi, hari ini saya bertemu dengan orang yang luar biasa. Tidak tahu kenapa, selalu ada jalan untuk mendapat nasehat dalam menjalani hidup. Saya yang saat ini masih rapuh jiwa dengan kadar kemantapan dan keyakinan hidup yang masih gampang mudar. Sedikit demi sedikit mendapat dalil dalil bagaimana cara menjalani hidup. Pagi ini saya diajak kakak ku untuk sowan ke salah satu kyai yang ada di Borobudur. Sudah tentu bahagia, alkhamdulillah hati saya selalu diberi semangat dan bahagia ketika diajak untuk bertemu dengan para ahli ilmu. Kyai Muhyidin namanya. Pengasuh ponpes Mambaul `Ulum di Tegalarum, Borobudur. Sudah sepuh beliau, rambut dan jenggot yang sudah berwarna putih. Pertama kali masuk ke ndalem   beliau rasanya adem, tegang, tidak ada aura cerah. Saya sebagai penderek kakak saya, saya hanya diam dan mencoba mententramkan diri. Setelah berdiam cukup lama, akhirnya pembicaraan dibuka dengan pertanyaan pertanyaan template. Setelah sekian lama mendengarnya saya mulai ...

Tulisan ini untuk...

Hati ini tidak bisa berbohong lagi ketika dihadapkan dengan mata mu. Kamu yang selalu berbicara sedang tidak butuh dicintai. Cinta itu akan menempel pada siapapun yang dirasa membahagiakan. Aku telah berkata jujur bahwa aku cinta padamu. Aku tidak akan memaksa cinta ini akan kau terima atau kau tolak. Lagi pula aku mencintaimu bukan untuk diterima atau ditolak. Hatiku berbicara bahwa kamu merasakan apa yang aku rasakan. Kamu terlalu berkhayal untuk memiliki laki laki superhero yang akan menjaga kamu dengan kekayaan dan kemapanan. Memang idealnya begitu dan itu harapan semua wanita. Tapi, aku bukan laki laki itu. Aku adalah penguasa. Aku adalah aku. Aku adalah diriku sendiri. Bukan kamu yang meminta untuk menjadi dirimu. Hanya aku dan tuhan ku yang tahu apa yang pas buat aku. Aku tersadar bahwa kata “ budak cinta” telah merenggut kebebasan ku selama ini. Aku laksana laki laki tanpa tulang, beterbangan tertiup ke utara dan selatan. Memang bukan perkara yang mudah untuk lepas d...

Hujan dan Perasaan

Malam ini dengan suara hujan yang menghantam genting aku membalas gemericiknya. Aku bersua dengan para makhluk tuhan yang tidak aku sadari telah memperhatikanku. Lampu redup menerangi pikiran gelap dengan hati yang sedikit agak gundah. Entah kesalahan apa yang aku perbuat.Petir menyambar malu namun gemuruh tetap seperti biasanya. Aku terduduk termangu dibelakang teras rumah dengan kepulan asap bercampur kulit duku. Tidak ada siapapun disampingku. Hanya bayang bayang ketakutan dan kecemasan yang terus menempel. Tidak tahu apa yang terjadi dan akan terjadi, hanya rasa takut saja ketika sampai pada waktunya. Malam ini aku merasa bahwa batu besar telah meruntuhkan pikiranku. Rasa sendiri dalam menjalani hidup ditambah rasa bahwa hanya aku yang paling banyak cobaan telah hancur tak tersisa. Aku belum seberapa. Ternyata kebutaan telah melanda hidupku saat ini. Aku tidak melihat Lorong Lorong gelap dalam kumpulan sinar lampu. Aku terpental ke lantai hingga lampu itu tiba tiba mati. ...

Menulislah!

Tulisan ini adalah wujud aprisiasi aku pada teman teman semua yang telah menuliskan sebagian pemikiran dan perasaan hidup teman teman. Aku kagum pada kalian baik dari kemauan dan keberanian untuk berkata jujur atas apa yang dituliskan teman teman. Sedikit demi sedikit aku mulai tahu bagaimana sifat dan sikap alami dari diri kalian. Aku merasa dan sangat yakin bahwa kalian adalah para pejuang. Perjuangan untuk melanjutkan dan bertahan di sekolah ini adalah poin plus yang harus sangat aku hargai. Melihat background teman teman yang berasal dari keluarga tidak mampu, ditambah lagi dari kalian ada sebagian anak anak yang telah merasakan dunia kerja, aku merasa bahwa kalian benih manusia yang bisa memanusiakan orang lain. Kisah kalian sangat sangatlah menarik apalagi dengan berbagai variasi cerita baik itu curhatan tentang orang tua, cinta, pengalaman, politik, dan teman. Kalian telah sangat jujur untuk menuliskannya. Jujur untuk benar benar cerita dan jujur untuk memendam perasaan...

MANASA

Membuka D ilema pendidikan di Indonesia. Cita cita kamu pengen jadi apa? Aku pengen jadi Polisi Kalau kamu ? Pengen jadi penulis Tapi kenapa kalian malas sekolah? Malas karena disekolah tidak ngapa ngapain, daripada di sekolah tidak ngapa ngapain mending di rumah atau di asrama. Adakah hal lain? Guru mengajar tidak dengan kerakyatan. Hanya yang pintar saja yang ditanggapi. Terus gimana mengatasinya? Ya semua harus sadar. Guru dan murid termasuk saya harus mau berubah. Percakapan di atas adalah salah satu bagian percakapan aku dengan salah satu murid di sebuah sekolahan. Mungkin percakapan-percakapan seperti itu banyak terjadi di sekolah yang lain. Mulai dari kemalasan siswa, fasilitas, teman, guru dan lain lain. Memang tidak mudah kalau berbicara Pendidikan. Selalu ada alasan untuk menyalahkan dan membenarkan peristiwa yang terjadi di dunia pendidikan. Aku selalu penasaran dengan perkembangan pendidikan saat ini. Apalagi sekarang banyak kasus-kasus yang...

Cerita Pulang

Hari minggu, akhir bulan februari ini aku sedikit digelikan dengan berbagai peristiwa yang cukup menguras pikiran dan uang. Pertama, masalah kecil yang dilakukan oleh bocah besar kemudian dibesar besarkan. Hingga menghasut sedikit banyak orang. Kejadian tersebut cukuplah untuk mengeluarkan kata kata kasar dihadapannya. Dengan arogannya bocah tersebut meneriakkan keadilan yang tidak adil dengan softpowernya. Tapi pada akhirnya semua selesai dengan kepala dingin tanpa harus mengeluarkan air mata. Dari peristiwa ini aku mendapat pelajaran berharga bahwa keadilan itu tidak mungkin ada tanpa ada rasa saling menghormati. Kemudian bahwa kebaikan dan keburukan yang telah dilakukan lalu diucapkan dan diketahui oleh banyak orang sangat sangatlah menyakitkan. Paling utama dan terpenting saat ini adalah mengingat bahwa niat baik seseorang untuk membantu hingga merasa kesusahan dapat diselesaikan dengan berhenti berbuat baik dan pergi dari rumah. Karena apa? Rumah adalah tempat berteduh dari seg...

Abnormal family VS Normal Family

Sumber: google Keluarga adalah tempat pertama dan utama untuk berteduh. Keluarga memberikan keamanan dan kenyamanan dalam menghadapi hidup. Di dalam keluarga tempat berbagi cinta dan kasih sayang yang benar benar tulus. Ayah dengan kerja kerasnya sebagai kepala rumah tangga terus bekerja agar anggota keluarganya bertahan hidup. Ibu dengan segala kemampuan analisis dan emosionalnya memberikan kasih sayang dan doa yang tidak pernah berhenti berucap. Maka sebagai anak sudah   selayaknya harus berbakti kepada orang tua. Tidak ada alasan satu sama sekali untuk tidak menyayangi orang tua dalam kondisi apapun. Itulah umumnya keluarga. Namun bagaimana dengan keluarga tanpa ayah dan ibu, tapi tetap bersatu satu sama lain saling mencintai dan menyayangi? Apakah mungkin? Jawabannya sangat mungkin walaupun tidak banyak. Di awal 2019 aku menemukan keluarga yang aku sebut sebagai abnormal family . Abnormal family adalah keluarga yang terbentuk oleh keinginan untuk hidup bersama wa...

gundah

Gundah mendengar adzanmu Pikir tumpul terhenti Tak menghayati dengungan Panggilan suci tuhan Hambar rasa hidup Gerak tasbih meredup Walau ucapan terus menggelutup Semua hanya mengetuk lalu tertutup Susah kalau sudah lupa Hanya menatap langit lalu membisu Tak ada pikir apalagi emosi Ya allah, mau jadi apa aku ini Depok, 10-02-2019

Suwung

Ada sedikit cahaya Dari “Ikhlaskan Allah” Menahan aku untuk bernajis diri Sampai aku terdiam cukup lama Saat ini pun aku bingung mau kemana Cari siapa dan mau ngomong apa Aku seorang pendosa besar Aku juga seorang paling pengecut Aku tidak mampu berucap kesalahan Pada diri sendiri hingga gusti Allah Allah Apakah engkau harus mengajak aku bicara duluan? Depok, 06-02-2019

Cinta, maafkanlah aku

Aku nafsu yang berkuasa Pada mata yang aku pandangi Setiap kali aku lihat Kaulah yang kucintai Ada kelainan dalam mataku mungkin Aku melihat apa yang aku anggap baik Baik untuk nafsu menempatkan dirinya Pada pusaran hati aku dan mereka Mereka menuntut untuk dimiliki Aman dan selamat menjadi kunci Kalau aku ingin menggantikan celana yang dipakainya Depok, 06-02-2019

Cahaya, Terangkanlah!

Aku pendusta Pada hati yang penuh cinta Aku terlena Pada gemerlap akal orang modern Aku terjajah Oleh orang Jepang dan Eropa Aku orang Yang benar benar melukai diri sendiri Terus mencaci hati dengan penyesalan Tapi otak selalu mengelabui Dimanakah aku nanti? Masihkan ada cahaya untuk aku temui? Berilah aku waktu Untuk menahan hingga aku sembuh kembali Depok, 06-02-2019

Politik itu menyatukan keluarga?

sumber: google Berbicara masalah politik tidak akan habisnya, akan selalu muncul kemungkinan kemungkinan dari hasil analisa siapa yang diajak bicara. Apalagi 2019 ini merupakan tahun politik. Tentunya tidak akan hilang pembicaraan terkait pak Jokowi dan pak Prabowo. Kebaikan dan keburukan ke duanya akan selalu dibicarakan dalam setiap sudut rumah atau warung kopi. Hal tersebut tidak lepas dari keduanya yang aku rasa telah jahat menggunakan agama untuk mempertahankan atau merebut kekuasaan. Banyak yang kecewa memang dari kedua tokoh ini hingga memunculkan pesimistis terhadap apa yang akan terjadi kedepannya. Pesimistis ini muncul karena wacana wacana yang dimunculkan ini saling menumbuhkan keraguan. Mulai dari kemunduran dan kemajuan Islam. Kenapa Islam? Pasti sudah tahu sendiri jawabannya. Islam sebagai sebuah agama mayoritas dan menjadi agama terakhir sebagai penyempurna agama agama sebelumnya telah membawa umatnya untuk berjuang memajukan Islam yang selama ini telah di...

Indonesia saat ini

Hari lahir Indonesia diperingati tanpa makna Ambisi ditoreh tinta di kertas bercahaya Negeriku tetap bersahaja Angun bersama nestapa Beribu coba telah menyiksa Beribu cara ditumpahkan demi hilangnya problema Negeriku Indonesia tetap punya duka Sampai kapan? Haruskan menunggu sampai usianya satu abad? Akankah anak cucu masih melihat Indahnya lautan dan gunung-gunung Atau sekedar orang orang yang berebut kekuasaan Semua ada ditangan generasi saat ini Tapi ada apa dengan generasi saat ini? Tiktok, Instagram, dan facebook Oleh: Yuli A & AL Depok, 12/12/18